Mobil baru atau bekas?

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia memiliki sebuah mobil adalah suatu hal yang sangat diinginkan dan boleh dikatakan merupakan suatu kebutuhan terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. Memiliki sebuah mobil oleh sebagian besar masyarakat dianggap sebagai perlambang keberhasilan sehingga mempengaruhi animo masyarakat untuk memiliki kendaraan pribadi tersebut.

Memiliki mobil keluaran terbaru tentu saja menaikkan gengsi dibandingkan jika hanya memiliki mobil bekas, sehingga preferensi masyarakat tentunya lebih kepada kepemilikan kendaraan baru. Hadirnya kendaraan-kendaraan baru dengan harga yang relatif terjangkau membuat masyarakat antusias untuk memilikinya. Namun sebelum kita benar-benar memutuskan untuk membeli sebuah mobil, perlu dikaji apakah kita memang benar-benar membutuhkan mobil?

Bagi para pekerja kebutuhan dasar transportasi adalah bagaimana mereka dapat bergerak ke dan dari tempat kerja secara efektif dan efisien serta aman tanpa hambatan dan masalah. Meskipun media transportasi umum saat ini cukup beragam namun bagi sebagian masyarakat mobil dianggap pilihan yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan transportasi tersebut.

Pertimbangkan pemakaian

Nah sebelum anda memutuskan untuk membeli sebuah mobil, menurut pendapat saya terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan antara lain pertimbangan keaktifan dan durasi pemakaian mobil. Jika anda seorang pekerja kantoran maka keaktifan pemakaian mobil perlu menjadi dasar pertimbangan untuk memiliki mobil yang menjadi kebutuhan pokok anda. Selain itu durasi pemakaian juga perlu menjadi dasar pertimbangan, dimana masa kerja anda sebagai patokannya misalnya dengan menghitung berapa lama lagi anda akan pensiun (20 tahun lagi misalnya). Sebuah mobil yang baik mampu dipakai secara kontinu sampai dengan 20 tahun lebih, dengan catatan pemeliharaan dilakukan dengan baik. Maka jika anda berencana untuk memakai mobil itu sampai 20 tahun, membeli sebuah mobil baru merupakan pilihan yang bijak.

Lain halnya jika anda berencana membeli mobil hanya untuk memenuhi kebutuhan yang mendadak (just-in case) atau anda adalah seorang yang mudah bosan, sehingga sering berganti-ganti mobil, maka pilihan mobil bekas menjadi lebih efesien. Salah satu alasan yang dapat dikemukakan disini adalah karena mobil adalah barang konsumsi yang terus mengalami penurunan nilai seiring dengan berjalannya pemakaian dan waktu. Dengan membeli mobil bekas anda tidak terlalu menderita kerugian penurunan nilai jual dan masih dapat membeli mobil bekas lainnya yang menjadi incaran anda.

 Cash or kredit ?

Membeli secara tunai prinsipnya dapat mengurangi kerugian yang kita alami karena proses penurunan nilai mobil yang kita beli, sehingga membeli secara tunai merupakan alternatif terbaik. Harga yang harus kita bayar jika membeli secara kredit biasanya sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan membayar secara tunai.

Akan tetapi bagi pekerja kantoran membeli mobil baru secara tunai akan sangat sulit, karena harus menabung beberapa waktu untuk memiliki uang yang cukup. Namun jika itu menjadi kendala maka memiliki mobil bekas dengan harga yang terjangkau namun masih berfungsi dengan cukup baik secara tunai bisa menjadi pilihan.

Kalaupun anda tetap memutuskan untuk membeli mobil baru secara kredit, pastikan bahwa durasi penggunaannya adalah semaksimal mungkin sehingga anda benar-benar memanfaatkan mobil tersebut sampai pada titik nilai terendahnya. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah spesifikasinya, membeli mobil dengan spesifikasi terendah mungkin bisa jadi pertimbangan agar tidak terlalu terjerat dengan hutang kredit mobil yang terlalu besar dan membebani keuangan anda.

 Demikian sharing dari saya …salam

MELAWAN FAHAM MATERIALISME  

Materialisme adalah suatu konsep hidup yang bertujuan untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Jika seseorang memiliki harta kekayaan yang banyak berupa barang-barang yang dimilikinya maka dia akan dianggap sebagai seseorang yang berhasil dalam hidupnya. Faham materialisme berpendapat bahwa kebahagiaan akan diperoleh melalui kepemilikan harta yang banyak. Nilai-nilai materialisme ini sudah merasuki kehidupan sebagian besar masyarakat kita. Kita dapat mengetahuinya dengan melihat kenyataan bahwa banyak masyarakat berlomba-lomba untuk membeli barang-barang yang sebernarnya merupakan kebutuhan tersier yang tidak terlalu dibutuhkan. Materialisme pada prinsipnya cenderung memperturutkan hawa nafsu keinginan. Jika berbicara keinginan tentunya tidak ada batasnya, manusia cenderung menginginkan lebih antara lain lebih bagus, lebih banyak, lebih keren dan sebagainya.

Negara yang menganut konsep materialisme akan lebih mementingkan pendirian pabrik-pabrik yang memproduksi barang-barang tersier daripada memperbanyak lahan pertanian untuk menghasilkan produk pangan yang merupakan kebutuhan primer. Efek dari kondisi ini adalah semakin bergantungnya suatu negara terhadap impor bahan pangan. Hal ini tentunya bukanlah suatu kondisi yang menguntungkan bagi masa depan suatu negara.

Penyebaran konsep materialisme ini didukung dengan keberadaan media elektronik yang saat ini sudah menjadi kebutuhan utama di masyarakat. Iklan-iklan yang ditayangkan di televisi sebagian besar mendorong masyarakat untuk membeli produk-produk yang sejatinya tidak penting. Akibatnya banyak barang yang kita beli dirumah merupakan barang yang tidak benar-benar dibutuhkan. Saya menduga bahwa yang merupakan barang yang benar-benar kita butuhkan dan gunakan sehari-hari tidak lebih dari 20%, selebihnya hanyalah barang yang menumpuk dan memenuhi setiap sudut ruang rumah kita.

Hutang yang menumpuk adalah salah satu efek yang timbul dari paham materialisme ini. Mulai dari hutang kartu kredit, hutang kendaraan bermotor, kepemilikan rumah dan lain sebagainya. Hal ini tentunya menimbulkan tekanan tersendiri bagi masyarakat, dimana setiap bulan mereka harus berjibaku membayar hutang dengan jangka waktu tertentu. Tidak dapat dipungkiri hidup dengan konsep materialisme ini dapat menimbulkan stress yang berkepanjangan yang tentunya dapat menuju kepada bencana lainnya yaitu efek kepada kesehatan.

Kesehatan masyarakat yang merosot akibat tekanan kehidupan materialisme tentu merupakan hal yang sangat serius. Banyak kita jumpai seseorang yang masih cukup muda namun harus berakhir tragis karena terkena serangan stroke. Meninggalkan keluarga dengan sejumlah hutang yang cukup besar merupakan masalah tersendiri yang harus dihadapi. Kesadaran bahwa kebahagiaan tidak dapat diperoleh melalui banyaknya kepemilikan harta merupakan hal yang penting untuk dimiliki guna menghindari jebakan hidup materialisme.

Meskipun untuk mencapai titik kesadaran ini bisa saja menjadi hal yang sulit, namun terdapat beberapa langkah yang dapat diambil antara lain adalah :

  1. Mengurangi tingkat ketergantungan akan hutang.

Menghindari penggunaan kartu kredit yang berlebihan dan tidak mudah tergoda tawaran hutang konsumtif merupakan suatu langkah yang patut diambil. Iming-iming yang ditawarkan oleh penyedia kartu kredit merupakan senjata yang ampuh untuk menjerat banyak orang hingga terjebak dalam hutang yang tidak produktif. Kita perlu menerapkan prinsip kehati-hatian agar tidak terjebak dalam pembelian barang yang tidak terlalu dibutuhkan melalui kredit tanpa memperhitungkan kemampuan finansial sesungguhnya.

  1. Mengidentifikasi kebutuhan versus keinginan

Kemampuan untuk mengidentifikasi apakah barang yang akan kita beli merupakan kebutuhan atau keinginan merupakan hal yang sangat penting. Barang dapat dianggap sebagai suatu kebutuhan apabila kita tidak memilikinya maka akan mengalami kesulitan dalam kehidupan. Kita ambil contoh rumah misalnya, tentunya merupakan kebutuhan yang penting bagi kita, akan tetapi rumah yang seperti apa yang kita butuhkan terkadang menjadi bias dengan keinginan.

  1. Selalu bersyukur dengan yang kita miliki

Dengan tidak membanding-bandingkan apa yang kita miliki dengan orang lain yang kehidupannya berada diatas kita akan membantu mengurangi dorongan nafsu materialisme. Kita sebaiknya melihat kepada orang lain yang kehidupannya berada dibawah kita dimana hal ini akan menambah rasa syukur akan keadaan yang ada.

 

Salam…………

MENANGANI STRESS MELALUI KEBERSIHAN  

“Kebersihan adalah sebagian dari iman”, begitu Rasulullah SAW bersabda. Kalimat sabda nabi tersebut mungkin pendek namun sarat akan makna. Saya menyakini bahwa iman (kepada Allah dan Rasulnya) pada prinsipnya akan menuntun diri menuju ketenangan jiwa. Jika saya mengaitkan antara kedua hal tersebut (kebersihan dan iman) maka bisa dikatakan bahwa kebersihan akan membawa kepada ketentraman hati. Saya merasakan jika melihat lingkungan yang bersih maka hati menjadi tenteram. Sehingga dapat disimpulkan bahwa apabila saya selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan maka saya akan merasakan ketentraman serta kedamaian dalam hidup.

Namun demikian, menjaga kebersihan ternyata bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Setiap rumah tangga memproduksi sampah dan kotoran yang harus dibersihkan setiap hari. Kegiatan ini memerlukan sumberdaya yang cukup besar antara lain berupa uang dan waktu. Kita harus menyiapkan sumber daya berupa uang untuk menggaji pegawai guna membantu menjaga kebersihan rumah. Menyiapkan segala peralatan yang diperlukan antara lain mesin cuci, sapu, alat pel, dan alat lainnya dalam upaya menjaga kebersihan rumah. Bagi yang tidak memiliki pembantu seperti saya tentu harus ditambah dengan menyisihkan waktu setiap hari untuk menjaga kebersihan rumah.

Dari sisi kepedulian saya sudah paham akan pentingnya kebersihan, akan tetapi dari sisi perilaku sepertinya saya tidak sepenuhnya peduli. Saya tahu bahwa menjaga kebersihan itu sangat menyita waktu dan tenaga, akan tetapi tanpa disadari saya terus melakukan kegiatan yang kontradiktif yaitu kerap membeli dan mengumpulkan berbagai jenis barang di rumah. Lalu apa hubungannya? Saya melihatnya seperti ini, bahwa barang-barang tersebut sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan, semakin banyak barang yang disimpang dan ditimbun dirumah maka berpotensi menimbulkan kumpulan (clutter) disetiap ruang sehingga menyulitkan upaya untuk menjaga kebersihan rumah.

Mengurangi jumlah barang di rumah.

Mengurangi jumlah kepemilikan barang di rumah adalah langkah yang layak untuk dipertimbangkan dalam upaya menjaga kebersihan. Banyaknya barang akan mengundang debu dan kotoran serta mempengaruhi penataan ruang di rumah kita. Baju, buku dan perlengkapan rumah tangga lainnya yang tidak lagi dipakai harus segera dikeluarkan dari rumah. Saya pribadi sangat terkejut melihat betapa barang-barang tersebut ternyata sangat menyita ruang dan tempat di sekitar rumah.

Maka untuk mempermudah upaya menjaga kebersihan rumah, langkah pertama yang saya lakukan adalah “decluttering”  yaitu menyingkirkan barang-barang yang tidak lagi dibutuhkan dan mengeluarkannya dari rumah selamanya. Barang-barang yang paling banyak saya singkirkan antara lain baju, buku-buku, mainan anak-anak, beberapa furnitur, alat elektronik, file-file kantor, dan lain-lain.

Saya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melakukan decluttering, karena ternyata banyak sekali baju dan buku yang harus dikeluarkan. Sampai dengan tulisan ini dibuat proses decluttering tersebut masih berjalan. Saya pikir memang sebaiknya proses ini dilakukan secara bertahap sedikit demi sedikit untuk menghindari kelelahan dan kejenuhan yang dapat mempengaruhi semangat dalam melakukan kegiatan pembersihan ini.

Lalu apa kaitannya dengan stress?

Kegiatan membersihkan rumah ternyata bisa menjadi sarana penghilang stress dan juga menyehatkan. Membersihkan rumah selama satu jam akan membakar kalori yang cukup banyak.

Kegiatan membersihkan rumah akan terasa mudah jika rumah tidak terlalu banyak “clutter”, dan tentunya ini mencegah stress disebabkan sulitnya menjaga rumah tetap bersih dan rapi.

Sisihkan waktu kita untuk barang sejenak melakukan bersih-bersih di rumah. Kita akan merasakan manfaat bagi jiwa kita ketika selesai membersihkan rumah dan mendapati bahwa kitalah yang bertanggung jawab langsung dalam menjaga kebersihan di rumah.

Demikian sharing saya…salam…

Cara daftar menjadi peserta BPJS Kesehatan  

 

Dibawah ini saya informasikan bagaimana proses pendaftaran menjadi peserta BPJS Kesehatan untuk pekerja mandiri (pekerja bukan penerima upah). Yang dimaksud dengan pekerja penerima upah yaitu pekerja mandiri antara lain pedagang, wirausaha, dimana hasil kerjanya dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. BPJS Kesehatan sesuai dengan undang-undang No. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan UU no. 24 tahun 2011 tentang BPJS adalah sistem jaminan kesehatan semesta (blanket guarantee) bagi seluruh penduduk Indonesia baik yang mampu maupun tidak mampu untuk mendapatkan akses kepada fasilitas kesehatan di Indonesia.

Salah satu cara yang menurut saya lebih mudah adalah pendaftaran melalui internet. Pertama-tama yang harus anda lakukan adalah masuk ke website BPJS Kesehatan di www.bpjs-kesehatan.go.id, disana anda akan menemukan beberapa menu yang akan menjelaskan langkah-langkah yang harus anda lalui guna mendaftar menjadi peserta BPJS kesehatan. Siapkan saja Kartu Keluarga anda untuk mengisi data-data pada formulir pendaftaran.

Setelah itu anda akan terdaftar secara online, dan anda akan memperoleh notifikasi melalui e-mail bahwa anda sudah terdaftar dan memperoleh rekening virtual yang terdaftar pada bank (mandiri, BRI, dan BNI). Setelah memperolah data rekening virtual tersebut, segera ke bank yang terdekat dan tanyakan apakah rekening virtual anda tersebut sudah ada. Apabila sudah tercatat di bank tersebut maka anda bisa membayarnya baik melalui konter maupun ATM.

Anda harus membayar iuran bulanan sesuai dengan pilihan kelas yang anda inginkan di bank tersebut melalui rekening virtual anda. Setelah itu anda bisa mengambil kartu BPJS kesehatan anda di kantor BPJS yang sudah anda pilih pada saat pendaftaran itu dengan menyiapkan fotokopi kartu keluarga dan KTP.

Untuk saat ini memang masih sangat banyak antriannya jadi disarankan datang pagi-pagi sekali supaya dapat nomor antrian pertama.

Demikian semoga membantu…salam..

Menata isi Rumah (decluttering)

Rumah saya berukuran minimalis yaitu seluas 77 m2, dan saya merasa saat ini rumah saya sangat penuh dengan barang. Mulai dari furniture, alat-alat elektronik, buku-buku, majalah, koran, dan lain sebagainya. Hal tersebut mulai membuat hidup saya menjadi stress, karena saya harus selalu berpikir bagaimana saya harus menyimpan barang-barang yang banyak tersebut. Pada prinsipnya saya adalah orang yang suka dengan kerapian, jika saya melihat ada sesuatu yang kurang rapi maka saya akan merapikannya. Nah, kebiasaan ini sudah berjalan cukup lama dan saya mulai frustasi karena setiap hari ada saja barang yang tidak diletakkan pada tempatnya. Saya memiliki dua orang anak yang sudah mulai besar dan masing-masing memiliki barang-barang sendiri yang juga cukup banyak dan menyita tempat di setiap sudut rumah kami.

Sampai akhirnya saya menyadari mengapa saya begitu pusing dengan kondisi rumah saya, yaitu banyaknya barang (clutter) yang ada di rumah saya. Sekian lama hidup di rumah tersebut tentunya banyak sekali barang yang kita beli dan simpan di rumah. Permasalahannya adalah kita tidak memikirkan bagaimana barang yang sudah kita tidak perlukan/pakai lagi seharusnya diperlakukan.

Setelah mendapatkan informasi dari internet perihal perilaku hidup minimalis, maka saya memutuskan untuk melakukan pembersihan rumah kami secara besar-besaran dengan mengeluarkan barang-barang yang sudah tidak lagi kami perlukan (decluttering). Berikut beberapa langkah yang sudah kami lakukan :

  1. Menyumbangkan separuh dari pakaian yang sudah tidak diapakai lagi kepada yang membutuhkan. Saat ini kami hanya memiliki pakaian yang cukup disimpan dalam lemari masing-masing anggota keluarga, tidak ada lemari tambahan untuk menyimpan pakaian, dengan jumlah yang tidak terlalu banyak.
  2. Saat ini masih dalam proses pengurangan buku-buku koleksi keluarga, sebagian besar sudah berakhir di tukang loak, saudara dan tetangga. Buku-buku tersebut pasti lebih bermanfaat bagi orang lain daripada teronggok di berbagai tempat penyimpanan di rumah.
  3. Koleksi CD juga sudah berpindah tangan, dan orang yang menerimanya sangat senang sekali dengan koleksi CD pemberian kami.
  4. Alat elektronik yang sudah cukup lama namun sudah ada penggantinya, seperti kipas angin juga sudah berpindah tangan kepada yang membutuhkannya.
  5. Dan masih banyak lagi item, barang yang sudah kami singkirkan dari rumah.

Hasilnya cukup melegakan karena rumah menjadi lebih lapang dan terlihat rapi, namun masih banyak yang harus dikeluarkan lagi, memang proses decluttering membutuhkan waktu yang cukup banyak. Hal ini dikarenakan banyaknya barang yang harus dikeluarkan, anda bisa membayangkan jika rumah yang lebih besar tentunya proses pembersihan tersebut akan membutuhkan waktu yang lebih lama.

Demikian sharing saya semoga bermanfaat salam….

 

Pengusaha vs pegawai

Sebelum kita bicara lebih jauh tentang membandingkan mana yang lebih baik pengusaha atau pegawai lebih baik kita cermati dulu definisi dari masing-masing istilah tersebut.

Saya akan menyederhanakan beberapa pengertian yang muncul ketika melakukan pencarian pakai mesin google. Pegawai pada intinya adalah seseorang yang menggunakan keahliannya untuk mendapatkan penghasilan dari pemberi Kerja.

Sedangkan istilah pengusaha atau wirausahawan adalah orang yang melakukan keahliannya untuk menghasilkan income melalui kegiatan usahanya sendiri.

Nah banyak orang berusaha untuk melakukan perbandingan diantara keduanya, kadang perbandingannya dilakukan secara apple to apple. Diadu secara head-to head, nah tentunya perbadingan ini menurut saya kurang pas kalau tidak boleh dikatakan kurang fair. Mengapa? Karena hasilnya biasanya lebih banyak positipnya jadi pengusaha. Contohnya, kalau jadi pegawai kerja sama orang jadi lebih terikat, kalau jadi pengusaha nggak kerja sama orang sehingga lebih bebas. Ya secara sekilas sepertinya “benar juga ya”.

Coba cek di daftar orang terkaya didunia, pasti nggak ada yang statusnya pegawai. Oh ya benar juga sih. Tapi apakah perbandingan itu sesederhana itu? Kalau menurut pendapat saya tidak. Bahwa saya tidak sependapat dengan upaya membanding-bandingkan kedua profesi ini karena memang satu dengan yang lain tidak bisa dibandingkan. Seharusnya kita membandingkan antara pengusaha dengan pengusaha juga. Pekerja dengan pekerja juga sehingga akan didapat komparasi yang seimbang.

Yang saya maksud adalah menurut saya membandingkan antara pengusaha dan pegawai sama saja membandingkan antara motor dengan mobil. Motor dan mobil itukan alat untuk menuju ke suatu tempat, sedangkan maksud dari penggunaan alat itu adalah berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Nah jadi, kalau dibandingkan head to head motor pasti kalah sama mobil. Kalah cepat, kalah power, dan lainnya.

Menurut saya yang perlu dibandingkan adalah tujuannya, yaitu apa tujuan dari kita melakukan fungsi kita sebagai pegawai maupun pengusaha. Niatan awalnya dulu, apakah menjadi pengusaha itu tujuannya murni menjadi kaya raya atau apa? Begitu juga jadi pegawai apa tujuannya apakah menjadi kaya raya?

Tentu saja menurut pendapat saya tidak seperti itu tujuannya. Pasti ada tujuan lain yang lebih mulia dan bermakna dari sekedar ingin mendapat harta berlimpah. Nah sebagai seorang muslim tentunya kita punya tujuan yang utama yaitu ibadah kepada Allah SWT. Nah jika tujuannya adalah sama maka alat atau metode yang digunakan tidak perlu diperbandingkan. Jadi pilih saja yang menurut anda cocok dengan anda dan tidak perlu membanding-bandingkan antara yang satu dengan yang lainnya, karena memang berbeda.

salam

Proses penetapan nilai pabean oleh Bea dan Cukai (I)

nilai pabean

Mungkin banyak orang yang bertanya-tanya, bagaimana sih sebenarnya proses petugas Bea Cukai dalam menetapkan nilai pabean barang yang diimpor? Bahwa prosedur penetapan nilai pabean telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 160/PMK.04/2010, dimana bagi kebanyakan orang mungkin terlihat ribet sekali.
Mungkin saya bisa membantu menjelaskan secara sederhana proses penetapan nilai pabean tersebut. Bahwa penetapan nilai pabean pada prinsipnya ditetapkan berdasarkan nilai transaksi barang tersebut. Apa itu nilai transaksi? Silahkan cek disini.
Bagaimana jika penetapan nilai pabean tidak dilakukan berdasarkan harga transaksi? Maka ada mekanismenya dalam hal tersebut. Bahwa nilai transaksi tidak digunakan dalam penetapan nilai pabean antara lain karena barang impor bukan merupakan obyek suatu transaksi jual beli atau penjualan untuk diekspor ke dalam Daerah Pabean.
Contohnya yaitu apabila barang yang diimpor ke Indonesia tersebut adalah barang contoh (sample), barang berupa hadiah dari pengirim di luar negeri. Nah biasanya penerima barang impor tersebut di Indonesia tidak harus membayar harga barang tersebut dari pengirimnya karena memang diberikan secara cuma-cuma, sehingga dapat dikatakan tidak ada nilai transaksinya.
Ketika barang hadiah tersebut tiba di Indonesia banyak orang bertanya-tanya mengapa barang hadiah tersebut dikenakan bea oleh Bea dan Cukai?, padahal barang tersebut merupakan hadiah dari luar negeri? Jawabannya karena aturan yang berlaku seperti itu, biasanya orang tidak merasa puas dengan jawaban tersebut. Tapi ya itulah yang terjadi aturannya memang seperti itu.
Bahwa barang hadiah sesuai ketentuannya tetap dilakukan penetapan nilai pabeannya oleh petugas Bea dan Cukai. Tentunya anda bertanya-tanya bagaimana caranya petugas Bea dan Cukai menetapkan nilai pabeannya? Bahwa didalam peraturan Menteri keuangan tersebut diatas sudah diatur mekanismenya yaitu antara lain dengan menetapkan nilai pabean berdasarkan nilai transaksi barang identik. Maksudnya adalah petugas Bea Cukai akan mencari data nilai transaksi dari barang yang identik dengan barang yang diimpor.
Dua barang dianggap identik apabila keduanya sama dalam segala hal, setidak-tidaknya karakter fisik, kualitas dan reputasinya sama, serta :
• Diproduksi oleh produsen yang sama di negara yang sama, atau
• Diproduksi oleh produsen lain di negara yang sama.
Contohnya adalah jika anda memperoleh barang berupa Handphone Nokia E71 produksi China, maka petugas bea cukai akan mencari data importasi barang identik berupa Handphone Nokia E71 juga dari importir lainnya yang mengimpor barang tersebut dan nilai transasksinya tercatat di Kantor Bea dan Cukai.
Nah itu salah satu metode yang dipakai oleh petugas Bea dan Cukai dalam menetapkan nilai pabean yang tidak dapat ditetapkan berdasarkan nilai transaksinya. Masih ada beberapa metode lagi yang digunakan oleh Bea dan Cukai dalam penetapan nilai pabean, mungkin kita bahas di artikel saya berikutnya.
Demikian semoga bermanfaat, dan bersambung ke pembahasan nilai pabean berikutnya.